Islamic Widget

Thursday, December 31, 2009

Pemburu yang Tamak...

Pada satu hari, seorang pemburu telah menangkap seekor burung murai. Dengan perasaan sedih burung murai itu merayu kepada si pemburu.

Burung itu bertanya, ” Apa yang ingin engkau lakukan pada diriku?”

Lelaki itu menjawab ” Akan aku sembelih engkau dan makan engkau sebagai lauk”

“Percayalah, engkau tidak akan begitu berselera memakanku dan aku tidak akan mengenyangkan engkau. Jangan engkau makan aku, tetapi akan aku beritahu engkau tiga nasihat yang lebih baik dari engkau memakanku “

Si burung berjanji akan memberikan nasihat pertama ketika berada dalam genggaman orang itu. Yang kedua akan diberikannya kalau ia sudah berada di cabang pohon dan yang ketiga ketika ia sudah mencapai puncak bukit.

Terpengaruh dengan rayuan si murai itu, si pemburu pun bersetuju. Lalu dia meminta nasihat pertama. Kata burung itu, “Kalau kau kehilangan sesuatu, meskipun engkau menghargainya seperti hidupmu sendiri, jangan menyesal.”

Orang itu pun melepaskannya dan burung itu segera melompat ke dahan. Di sampaikannya nasihat yang kedua, “Jangan percaya kepada segala yang bertentangan dengan akal, apabila tak ada bukti.”

Kemudian burung itu terbang ke puncak gunung. Dari sana ia berkata, “Wahai manusia malang! Jika tadi engkau sembelih aku, nescaya engkau akan dapati dalam tubuhku ada dua biji mutiara. Berat setiap mutiara itu adalah dua puluh gram.”

Terperanjat sungguh si pemburu itu mendengar kata-kata si burung murai.. Si pemburu berasa dirinya telah tertipu. “Bodohnya aku! Bagaimana aku boleh terlepas peluang yang begitu baik!”

Pemburu itu sangat menyesal memikirkan kehilangannya. Namun katanya, “Setidaknya, katakan padaku nasihat yang ketiga itu!”

Si burung murai menjawab,”Alangkah tololnya kau meminta nasihat ketiga sedangkan yang kedua pun belum kau renungkan sama sekali. Sudah kukatakan padamu agar jangan kecewa kalau kehilangan dan jangan mempercayai hal yang bertentangan dengan akal. Kini kau malah melakukan keduanya. Kau percaya pada hal yang tak masuk akal dan menyesali kehilanganmu. Cuba engkau fikirkan, hai orang yang dungu. Aku, dagingku, darahku dan buluku tidak logik seberat dua puluh gram. Oleh itu, bagaimana mungkin akan ada dalam perutku dua biji mutiara yang masing-masing seberat dua puluh gram? Aku tidak cukup besar untuk menyimpan dua butir mutiara besar! Kau tolol! Oleh kerananya kau harus tetap berada dalam keterbatasan yang disediakan bagi manusia.”

Murai menyambung lagi, “Nasihatku yang ketiga adalah, memberi nasihat kepada sedozen bahlul seperti engkau ini adalah seperti menabur benih di tanah usang, tidak akan memberi faedah!”

Kemudian terbanglah si burung murai yang bijak itu meninggalkan si lelaki yang termenung akan ketamakannya itu.

Moral:
Itulah contoh betapa halobanya anak Adam yang jadi kelabu mata dari mengetahui kebenaran.

Jika seseorang menginginkan yang serba banyak atau terlalu panjang angan-angannya atas sesuatu yang lebih, nescaya hilanglah sifat qana’ (merasa cukup dengan yang ada). Dan tidak mustahil ia menjadi kotor akibat haloba dan hina akibat rakus sebab kedua sifat itu mengheret kepada pekerti yang jahat untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan mungkar, yang merosakkan maruah (harga diri).

Sesuatu yang Anda tidak Perasan.....

Sesuatu yang anda tidak perasan atau tidak terfikir langsung….

1. Sekurang-kurangnya ada 5 orang dalam dunia ini menyayangi anda dan sanggup mati kerana anda.

2. Sekurang-kurangnya ada 15 orang dalam dunia ini menyayangi anda dalam beberapa cara.

3. Sebab utama seseorang membenci anda adalah kerana dia ingin menjadi seperti anda.

4. Senyuman daripada anda boleh membawa kebahagiaan kepada seseorang, walaupun dia tidak menyukai anda.

5. Setiap malam ada seseorang mengingati anda sebelum dia tidur.

6. Anda amat bermakna dalam hidup seseorang.

7. Kalau bukan kerana anda, seseorang itu tidak akan hidup bahagia.

8. Anda seorang yang istimewa dan unik.

9. Seseorang yang anda tidak ketahui menyayangi anda.

10. Apabila anda membuat kesilapan yang sangat besar, ada hikmah disebaliknya.

11. Sekiranya anda merasakan anda dipinggirkan, fikirlah semula; mungkin anda yang meminggirkan mereka.

12. Apabila anda terfikir anda tidak mempunyai peluang untuk mendapatkan sesuatu yang anda ingini, mungkin anda tidak akan memperolehinya, tetapi sekiranya anda percaya pada diri sendiri lambat-laun anda akan memperolehinya.

13. Kenangilah segala pujian yang anda terima. Lupakan segala maki hamun, caci dan cela.

14. Jangan takut untuk meluahkan perasaan anda; anda akan merasa senang bila seseorang mengetahuinya.

15. Sekiranya anda mempunyai sahabat baik, ambillah masa untuk memberitahunya yang dia adalah yang terbaik.

Kisah Cinta.....

Di suatu pulau kecil ada seorang gadis bernama CINTA dan teman-temannya bernama kecantikan, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, mereka hidup berdampingan dengan baik namun suatu ketika datang badai menghepas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menggelamkan pulau itu
semua penghuni pulau cepat2 berusaha menyelamatkan diri,

CINTA sangat kebingungan sebab ia tak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu dia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan smentara itu air smakin naik membasahi kakinya tak lama CINTA melihat Kekayaan sdang mengayuh perahu
'kekayaan!kekayaan! tolong aku!,' teriak CINTA' Aduh! maaf, CINTA' kata kekayaan" aku tak dapat membawamu serta perahuku ini tenggelam lagipula tak ada tempat lagi bagimu.

CINTA sedih sekali namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dgn perahunya " kegembiraan! tolong aku ! " teriak CINTA namun kegembiraan terlalu gembira karna ia menemukan perahu sehingga ia tak dpt mendengar teriakan CINTA, air semakin tinggi dan CINTA smakin panik.

Tak Lama lewatlah kecantikan " Kecantikan! bawalah aku bersamamu!, " teriak CINTA lg " Wah, CINTA kamu basah dan kotor, aku tak bisa membawamu nanti bisa mengotori perahuku yang indah ini " sahut kecantikan.CINTA sedih skali mendengarnya ia mulai menangis terisak-isak

Saat itulah lewat kesedihan " Oh Kesedihan, bawalah aku bersamamu!, " kata cinta " Maaf CINTA aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja, " kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.CINTA putus asa.

Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.Pada saat kritis itulah tiba2 terdengar suara "CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!" CINTA menoleh ke arah suara itu dan cepat2 naik keperahu itu,tepat sebelum air menenggelamkannya di pulau terdekat, CINTA turun dan perahu itu langsung pergi lgi.
Pada saat itu barulah CINTA sadar ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya, CINTA segera bertanya kpd penduduk pulau itu " Yang tadi adalah WAKTU ," kata penduduk itu "Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku ? Aku tidak mengenalinya Bahkan teman2ku yg mengenalku pun enggan menolong" Tanya CINTA hairan
" Sebab HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU"

Wednesday, December 30, 2009

Tempayan yang Retak..

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua hujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya.

Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, kerana dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari jumlah yang seharusnya dapat diberikannnya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, ”Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu.”

“Kenapa?” tanya si tukang air, “Kenapa kamu merasa malu?”

“Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah jumlah air dari yang seharusnya dapat saya bawa kerana adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Kerana cacatku itu, saya telah membuatmu rugi.” kata tempayan itu.

Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata,

“Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memerhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retakmemerhatikan dan baru menyedari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih kerana separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.

Si tukang air berkata kepada tempayan itu,

“Apakah kamu memerhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan si sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu. Itu kerana aku selalu menyedari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias Rumahnya seindah sekarang.”

Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-Nya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekurangan kita. Kenalilah kelemahan kita.

Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemui kekuatan kita.

Kisah pokok semalu dan wanita moden..

Pada suatu hari, Rasulullah s.a.w berjalan-jalan bersama puteri baginda, Saidatina Fatimah r.a. Setibanya mereka berdua di bawah sebatang pohon tamar, Fatimah terpijak pohon semalu, kakinya berdarah lalu mengadu kesakitan.

Fatimah mengatakan kepada bapanya apalah gunanya pohon semalu itu berada di situ dengan nada yang sedikit marah. Rasulullah dengan
tenang berkata kepada puteri kesayangannya itu bahawasanya pohon semalu itu amat berkait rapat dengan wanita. Fatimah terkejut. Rasulullah menyambung kata-katanya lagi. Para wanita hendaklah mengambil pengajaran daripada pohon semalu ini dari 4 aspek.

Pertama, pohon semalu akan kuncup apabila disentuh. Ini boleh diibaratkan bahawa wanita perlu mempunyai perasaan malu (pada tempatnya).

Kedua, semalu mempunyai duri yang tajam untuk mempertahankan dirinya. Oleh itu, wanita perlu tahu mempertahankan diri dan maruah sebagai seorang wanita muslim.

Ketiga, semalu juga mempunyai akar tunjang yang sangat kuat dan mencengkam bumi. Ini bermakna wanita solehah hendaklah mempunyai keterikatan yang sangat kuat dengan Allah Rabbul Alamin.

Dan akhir sekali, semalu akan kuncup dengan sendirinya apabila senja menjelang. Oleh itu, para wanita sekalian, kembalilah ke rumahmu apabila waktu semakin senja.

Ambillah pengajaran dari semalu walau pun ia hanya sepohon tumbuhan yang kecil.

Bangkit daripada Kegagalan

" Seseorang yang gagal dalam cubaan pertama mesti belajar daripada kesilapan dan membaikinya."

Keinginan untuk berubah tetap ada dalam diri seseorang. Memang ramai orang yang gagal mencapai kejayaan tetapi mereka terus berusaha.
Cuba renungkan firman Allah s.w.t. yang bermaksud: “Wahai orang-orang yang beriman! Mintalah bantuan (untuk menghadapi kesusahan dalam menyempurnakan perintah Tuhan) dengan sabar dan mengerjakan solat.” - (Surah al-Baqarah: 153)

Ketika sedih, hampa, sakit hati, takut dan risau, inilah masanya kita perlu bangkit dengan segera dan bersolat. Apa yang diperlukan pada masa itu adalah ketenangan jiwa. Dan solat merupakan penyejuk hati dan pembuka kebahagiaan.

Apabila semangat semakin luntur dan kita tidak tahu ke mana hendak dituju, duduklah sebentar dan fikirkan kembali apa yang kita telah lakukan.

Elok juga kalau kita belajar daripada kisah seekor keldai yang hampir mati tertimbus.

Di sebuah kampung di pedalaman, keldai merupakan harta penting untuk petani. Suatu hari, seorang petani mundar-mandir di sekitar rumahnya kerana mencari keldai yang hilang. Setelah penat, dia duduk di pangkin rumahnya memikirkan nasib keldai itu.

Kemudian, perlahan-lahan dia mendengar suara rengekan seakan-akan seseorang berada dalam kesusahan. Beringsut-ingsut si petani mencari arah suara itu dan rupa-rupanya itu ialah suara keldai yang sedang dicarinya.

Keldai itu tersesat dan terjatuh ke dalam perigi lama yang dilitupi daun-daun pokok di atasnya.

“Apa yang harus dibuat? Perigi ini dalam dan kalau ditarik keluar, terlalu bahaya,” bisik hatinya. Lama berfikir, dia memutuskan untuk menimbus sahaja keldainya.

Si petani mengajak beberapa orang rakannya untuk mengambus perigi tadi.

Semasa membuat kerja, dia menutup kedua-dua telinganya kerana tidak sanggup mendengar pekikan keldainya. “Cepat timbus, biar suara keldai ini tidak kedengaran lagi.”

Peluh mencurah-curah keluar dari dahi petani dan rakan-rakannya.

Sehinggalah suara keldai tidak kedengaran barulah mereka berhenti. Menyangka keldai sudah mati, mereka berdiri di tepi perigi untuk melihat apa yang berlaku.

Sungguh menakjubkan! Pandangan mereka terpaku pada seekor keldai yang masih kuat, segar dan sambil menggoyang-goyangkan ekor ke kiri dan kanan.

Setiap kali tanah jatuh ke atas badannya, keldai itu akan menggoyangkan punggungnya, menjatuhkan timbunan tanah lalu menginjak-injak sehingga menjadi padat.

Melihat keadaan ini, petani tambah bersemangat dan menyiapkan usaha mereka sehinggalah keldai itu dapat melompat keluar dan berlari pergi.

Seperti juga kisah keldai ini, kehidupan kita akan terus dituangkan tanah dan kekotoran yang berupa kesedihan, masalah, ujian dan cubaan hidup.

Hanya ada satu cara untuk keluar daripada keadaan tersebut iaitu menggerakkan akal untuk membuang segala kesedihan daripada hati.

Dengan cara itulah, anda dapat menjadikan semua masalah seperti tanah untuk dipijak dan melompat keluar dari perigi kesengsaraan.

Kejayaan dan kegagalan untuk berubah adalah silih berganti. Tidak ada sesuatu yang kekal kerana setiap masa kita berubah.

Hanya kepada Allah kita berharap dan memohon pertolongan.

Allah berfirman: “Tidakkah Kami (Allah) telah melapangkan dadamu (Ya Muhammad)? Dan telah Kami ringankan bebanmu yang berat. Yang memberati tanggunganmu. Dan Kami tinggikan (muliakan) namamu? Sesungguhnya di samping kesukaran ada kemudahan. Sesungguhnya di samping kesukaran ada kemudahan. Apabila engkau telah selesai (mengerjakan sesuatu pekerjaan), maka bersusah payahlah (mengerjakan yang lain pula). Dan kepada Tuhanmu kamu berharap.” - Surah al-Insyirah: 1-8

Gagal adalah sunah kehidupan. Yang lalu biarlah berlalu. Kita perlu pandang ke hadapan.

Ahli sukan yang bangga dengan kejayaan, jutawan yang megah dengan kekayaan dan ahli politik yang teruja dengan kekuasaan bersetuju bahawa seseorang yang gagal dalam cubaan pertama mesti belajar daripada kesilapan dan membaikinya!

Tuesday, December 15, 2009

Kemaafan Dan Terima kasih....

Ini adalah sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, berasa sakit hati, tapi tanpa berkata apa-apa pun, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemui sebuah oasis, di mana mereka membuat keputusan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, cuba berenang namun nyaris tenggelam dan lemas, tetapi berjaya diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai sedar dari lemas dan rasa takut sudah hilang, dia menulis di atas sebuah batu : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu ?"

Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang menghembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak hilang ditiup angin."

Perangkap Tikus....

Sepasang suami dan isteri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan gelagat sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"

Ternyata yang dibeli oleh petani hari adalah p erangkap tikus.

Sang tikus naik panic bukan kepalang.

Ia bergegas lari ke sarang dan bertempik, " Ada perangkap tikus di rumah.....di rumah sekarang ada perangkap tikus...."

Ia pun mengadu kepada ayam dan berteriak, " Ada perangkap tikus !"

Sang Ayam berkata, " Tuan Tikus ! Aku turut bersedih tapi ia tak ada kena-mengena dengan aku."

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak seperti tadi.

Sang Kambing pun jawab selamba, "Aku pun turut bersimpati...tapi tidak ada yang boleh aku buat. Lagi pun tak tak ada kena-mengena dengan aku. "

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali. Tak kanlah sebesar aku ni boleh masuk perangkap tikus. "

Dengan rasa kecewa ia pun berlari ke hutan menemui Ular. Sang ular berkata " Eleh engkau ni...Perangkap Tikus yang sekecil tak kan la nak membahayakan aku."

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah kerana mengetahui ia akan menghadapi bahaya seorang diri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara berdetak perangkap tikusnya berbunyi menandakan umpan dah mengena. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa yang jadi mangsa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang isteri pemilik rumah.

Walaupun si Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, isterinya tidak sempat diselamatkan.

Si suami pun membawa isterinya kerumah sakit. Beberapa hari kemudian isterinya sudah boleh pulang namun tetap sahaja demam.

Isterinya lalu minta dibuatkan sup cakar ayam oleh suaminya kerana percaya sup cakar ayam boleh mengurangkan demam. Tanpa berfikir panjang si Suami pun dengan segera menyembelih ayamnya untuk dapat cakar buat sup.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.Masih juga isterinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Banyak sungguh orang datang melawat jenazahnya. Kerana rasa sayang suami pada isterinya, tak sampai hati pula dia melihat orang ramai tak dijamu apa-apa. Tanpa berfikir panjang dia pun menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang berziarah.

Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.



SUATU HARI….KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESUSAHAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA...FIKIRKANLAH SEKALI LAGI

Cinta Tanpa Syarat

Dan hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu, dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): “Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil.” (Al-Israa’ 17: 24)

“Ya Allah, ampunkanlah dosaku, ampunkan dosa ibu bapaku dan rahmatilah mereka dengan kasih sayang-Mu, sebagaimana mereka menyayangiku ketika diriku masih kecil”.

Itulah doa saya sebentar tadi, semasa bersolat zohor.

Entah kenapa, tiba-tiba hati saya terlalu tersentuh dengan doa tersebut. Sedangkan sudah berkali-kali saya membaca doa yang sama. Adakah kerana rindu saya terhadap ayahanda yang sudah masuk 14 tahun meninggalkan kami. Ya, saya rindukannya, terutamanya ketika hidup saya diasak dengan pelbagai cabaran, dan saya rindukan tangan ayahanda yang sering menepuk bahu agar masalah saya mengecil dan pergi oleh senyumannya.

Apakah saya terharu kerana saya rindukan bonda di kampung. Kampung yang sunyi, bersama teman-teman berbualnya yang pulang ke pangkuan Ilahi, seorang demi seorang. Bonda memang kesepian, hanya panggilan telefon dari anak-anaknya sahajalah pengubat sunyi itu. Mujurlah bonda kuat membaca. Majalah I saya hantarkan setiap bulan, kulit ke kulit habis dibacanya. Tazkirah Untuk Orang Mengaji oleh Ustaz Sonharji, saya belikan dan cepat sekali bonda menghadamnya. Kata bonda, “jika sunyi dan tak buat apa-apa, kenalah baca buku. Kalau dibiarkan otak beku, nanti datang jemu dan nyanyuk, jadi pelupa dan kemudian susahlah anak-anak nak melayan orang tua yang begitu.”

Saya memang rindukan bonda. Bonda saya juga rindukan suaminya. Jika diselak langsir dapur, sayup-sayup kelihatan sepasang nisan makam ayahanda di tepi masjid sebelah rumah. Bonda sering termenung di tingkap itu, merenung kisah silam mereka, dan kenangan manis membesarkan kami berlima. Arwah nenda pernah berkata, “aku hairan tengok kamu berlima ni. Dari kecil sampai besar, tak pernah bergaduh. Walhal hero-hero belaka!” Saya juga terkenang, memang kami berlima hero-hero belaka. Semua adik beradik saya lelaki tetapi kami memang tidak pernah bergaduh.

Mungkin semua itu kerana watak ayah. Dia menjadi tumpuan kami dan kami sentiasa bergelak ketawa hingga ke meja makan. Kami tiada masa untuk bergaduh kerana semua ketawa dan sedih kami adalah bersama ayah. Namun selepas ayahanda pergi mengejut oleh serangan jantung, keluarga kami sunyi hilang ketawa. Sepi..

Kucing-kucing belaan kami yang suka menjilat peluh ayah semasa dia sakit terlantar, turut mati seekor demi seekor. Begitulah kami di rumah, tertumpu pada ayah. Kini ibu saya pula melayan sepi dan sunyi itu sendirian. Saya sangka, saya sukar menemankan bonda kerana saya terhumban di hujung benua. Selepas lebih sedekad saya di luar negara, saya segera pulang ke kampung halaman. Namun selepas bekerja di KL, rupa-rupanya keadaan tidak banyak berubah. Saya masih sukar untuk balik ke kampung, akibat Kuala Lumpur dan kehidupan saya yang amat menekan masa.

Saya jatuh rindu dan saya mohon ampun dari Allah atas dosa saya membiarkan bonda kesunyian di kampung.

Tetapi tengah hari tadi, saya tidak hiba kerana itu. Ada sesuatu yang lebih halus darinya. Mungkin sebentar tadi, buat kali pertamanya saya dapat merasakan apakah sebenarnya yang saya minta dari Allah, Tuhan yang telah memberikan seorang ibu dan bapa yang pengasih kepada saya.

Mengapakah apabila saya merintih keampunan dari Allah, saya kaitkan ia dengan kasih sayang bonda dan ayah semasa saya kecil?

Hari ini saya berusaha memikirkan jawapannya.

“Rizal minta maaf emak sebab susah sangat nak balik ke Ipoh. Kerja tak habis-habis. Lagi pun ada masanya Rizal cuti, tapi Muna pula yang kerja. Saif selalu menyebut tentang opahnya. Naurah pun dah makin besar. Dan pandai mengajuk cakap”, keluhan saya kepada bonda beberapa ketika yang lalu.

“Tak apa, mak pun minta maaf sebab jarang dapat ke Kuala Lumpur. Kaki mak ni asyik sakit, kepala pun berat. Tak seronok nak berjalan-jalan kalau begini. Datang rumah kamu pun nanti menyusahkan sahaja. Asalkan kamu ingat emak dalam doa, Alhamdulillah”, itulah suara dari hati bonda.

Semasa berdoa tadi baru saya sedar, ibu saya amat pemaaf. Dia memaafkan saya dan adik beradik yang lain tanpa menyoal apa-apa. Paling menyerlah, pemaaf bonda semasa saya kecil…

Saya pernah teringin untuk minum air sirap ros, tetapi patinya sudah habis. Semasa bonda sibuk menanda buku latihan anak-anak muridnya, saya ke dapur dan cuba memasak gula di dalam periuk. Secawan gula dicampur dengan pewarna merah, dimasak di atas api. Saya baru darjah tiga dan tidak terfikir untuk menambah air. Akhirnya gula hangus dan beku, periuk berkerak dan hampir mustahil untuk dibersihkan. Kerana takut, saya simpan periuk itu di dalam kabinet dapur. Seminggu masa berlalu, apabila bonda terjumpa periuk itu, dia tahu itu angkara saya. Dia tidak marah tetapi mencebikkan muka kesedihan.

“Emak tak marah?”, saya cuba memberanikan diri bertanya.

“Emak tak marah kamu cuba masak gula ni. Tapi emak sedih sebab kamu sorok periuk ni dalam kabinet”, itulah katanya.

Saya menangis kerana terasa bersalah cuba menipu bonda dan dia dengan segera memujuk.

Saya pernah cuba membasuh kain sendiri, tetapi kerana lupa memasukkan getah ke bilik air, habis seluruh dapur banjir ditenggelami air sabun. Bonda tidak marah.

Saya juga pernah berayun di buaian sambil berdiri walaupun ditegah. Apabila buaian terlalu laju, saya tercampak dan muka tersembam ke pasu bunga. Sampai ke hari ini saya masih dapat merasa tuam pasir panas di pipi yang sudah kebiru-biruan. Bonda tidak marah.

Ayahanda juga tiada bezanya. Dia tidak pernah memaksa saya membaca buku tetapi jika gagal mendapat tempat pertama, dia menepuk bahu saya sambil berkata, “nanti mainlah lagi ya. Jangan baca buku.”

Dia tidak marah tetapi saya sendiri yang rasa terseksa dan bersalah.

Saya pernah bergaduh dengan Pengetua di sekolah. “Maaf ustaz, kalau begitulah cakap ustaz, saya pun ‘tak hingin’ nak sekolah di sini!”, jiwa anak muda di Tingkatan 4 memberontak. Saya pulang ke asrama, mengemas beg baju dan langsung meninggalkan Negeri Sembilan untuk pulang ke kampung tanpa berfikir panjang.

Saya tiba di Ipoh selewat jam 11 malam. Ayah amat terkejut dengan tindakan saya berhenti sekolah, tetapi dia tidak marah. Dia berikan saya wang RM50 sambil berkata, “ambil duit ni dan uruskan sendiri kamu nak bersekolah mana selepas ini”. Itu cara ayah saya. Dia jarang sekali marah.

Ayah dan bonda saya amat mudah memaafkan saya. Tidak kira apa sahaja karenah kami, mereka memaafkan kami seadanya. Mereka menerima kami sebagai anak-anak yang banyak kelemahan dan atas penerimaan itu, mereka mengasihi kami TANPA SYARAT.

Ayah dan bonda menerima saya atas segala yang ada pada diri ini. Saya taat atau degil, saya rajin dan saya culas, saya senyum atau saya menjerit, mereka menerima saya seadanya. Mereka terus menyayangi dan mengasihi saya tanpa syarat. Mereka tidak pernah memberitahu saya bahawa semua kebaikan yang mereka buat selama ini, mesti dibalas apabila kami telah dewasa. Kami balas atau tidak, kami ingat atau lupa, tugas mereka hanyalah membesarkan kami dengan penuh kasih sayang, TANPA SYARAT.

Allah memberikan percikan sifat Rahman dan Rahim untuk makhluk-Nya mengasihi tanpa syarat, hanyalah pada naluri dan hati seorang ibu dan bapa kepada anaknya. Suami mengasihi isteri, sering mengharap balas. Isteri mengasihi suami, kerap juga ada sesuatu yang terselindung di sebaliknya. Apatah lagi jika hanya antara dua sahabat. Sukar untuk dipastikan tulus persahabatan mereka. Bolehkah seorang sahabat memaafkan sahabatnya tanpa syarat? Mungkin ada, tapi sering tiada.

Apa yang pasti, hanya ibu bapa sahaja yang mampu mengasihi anak-anaknya tanpa syarat. Sebab itulah anak-anak tidak mampu membalas kasih itu. Jika seorang anak jatuh sakit, ibu bapa sanggup berjaga malam dan berdoa agar si anak sembuh dan dipanjangkan umur. Namun apabila tiba giliran anak menjaga ibu bapanya, mereka mungkin terus menjaga, tetapi hati mudah berkata, “bilalah orang tua ini nak mati!”. Ya Allah, lindungilah aku dari menjadi anak seperti itu.

Hati saya amat sedih melihat kaum Cina di KL berebut-rebut menghantar ibu dan bapa mereka ke wad kecemasan Hospital UKM sehari sebelum Tahun Baru Cina. Pesakit berumur 60 tahun (kalau tak silap saya) ke atas, rawatan di HUKM adalah percuma. Maka inilah cara mudah mereka untuk get rid ibu bapa mereka di musim perayaan. Kalau hantar ke rumah orang tua-tua, mahal pulak bayarannya. Allah Allah….

Saya masih ingat dialog ayah tengah hari itu. Dia baru sahaja pulang dari menunaikan Haji.

“Abah kat Mekah doa apa, abah?”, saya bertanya.

“Abah doa supaya Allah jangan panjangkan umur abah sampai nyanyuk. Takut anak-anak tak tahan. Takut kamu jadi anak durhaka!”, kata ayah saya sambil mata redupnya merenung saya yang terkelu lidah. “Abah, jangan cakap macam tu…”, saya sebak dan hanya mampu membiarkan air mata kering di pipi. Ayah pergi meninggalkan kami pada malam hari lahir saya yang ke-17, hanya setahun lebih selepas perbualan kami itu.

Anak-anak, jiwanya tidak sebesar ayah dan bonda. Kasihnya kadang-kadang tidak sampai ke makam ayah dan bonda. Namun seorang ibu dan ayah, mampu menahan pedih dan perit membesarkan anak-anaknya. Bukan setahun dua malah majoriti nyawa dan usia. Mereka mampu membelai, mereka mudah memaafkan kita, kerana mereka kasih dan cinta, dengan CINTA TANPA SYARAT.

Ya Allah, aku lemah, aku banyak dosa. Aku suka mengeluh, aku kerap lalai dan alpa. Ampunkanlah aku ya Allah. Ampunkan diriku dengan pengampunan oleh sifat-Mu yang Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ampun dan kasihanilah aku, mudah-mudahan tanpa banyak hisab, tanpa banyak syarat, sebagaimana ibu bapaku memaafkan aku tanpa syarat, mengasihiku tanpa mengharapkan balasan.

Ampunkan jua mereka, dan limpahkan Rahmah-Mu kepada mereka. Mereka yang mengasihiku tanpa syarat, Kau maafkan mereka dan limpahkan Kasih-sayangMu kepada mereka, tanpa hisab dan syarat…

NAMUN…

Mungkinkah semua itu, Allah kurniakan kepada saya? Siapakah saya untuk meminta pengampunan yang terus tanpa syarat? Malah jika setiap detik hidup dalam sehari itu dihitung, terasa betapa dosa sahaja yang banyak berbekas. Sedangkan tanpa saya sedar saya banyak meletakkan syarat terhadap Allah. Aku ingat kepada-Mu, dengan syarat aku sudah hilang penyelesaian. Aku sanggup lakukan apa yang Engkau suruh, tetapi selepas aku melihat apa kebaikan yang aku dapat!

Hinanya diriku. Lupa sudah pada hakikat diri sebagai hamba. Hamba yang tidak layak meminta, apatah lagi untuk meletakkan syarat kepada Tuhannya. Astaghfirullah.

Menghitung hari, padanya terpalit pelbagai dosa. Paling kurang, setiap hari saya dibelenggu rasa terkilan dan berdosa kerana bonda kesunyian di kampung. Setelah pulang ke Malaysia, saya masih belum dapat menjaganya di depan mata.

Bayangkan, jika Allah mengampunkan kita dengan syarat, binasalah diri ini. Mampukah saya lepas segala syarat itu? Jika Allah syaratkan setiap solatku mesti khusyuk, apakah ada satu solatku yang sampai kepada apa yang Allah syaratkan itu?

Sesungguhnya tidak mungkin kita selamat dengan hanya melihat pada amalan. Melainkan Rahmat Allah itu jualah jawapannya. Dengan kasih sayang-Nya.

Tetapi Rahmat Allah bukan perkara kecil. Ia diminta dengan tawasul kita kepada sifat al-Wahhab Allah SWT. Saya baru mendengar kuliah 99 nama Allah tentang al-Wahhab dari Ustaz Kariman dan ia menambah hiba di hati saya.

Allah sebagai Tuhan yang bersifat al-Wahhab bermaksud Yang Maha Memberi. Namun memberi dengan sifat al-Wahhab itu, terkandung di dalamnya lima sifat:

(1) Memberi tanpa meminta apa-apa balasan. Allah, Tuhan yang al-Wahhab itu Maha Kaya, tidak perlu kepada Makhluk. Kerana itulah Allah SWT Memberi dengan sifat-Nya yang al-Wahhab tanpa mengurangkan langsung perbendaharaan-Nya. Percikan sifat al-Wahhab itu Allah limpahkan kepada jiwa ibu bapa kita agar mereka kaya dengan kasih dan sayang. Sayang kepada seorang anak tidak berbeza dengan sayangnya kepada 9 anak yang menyusul kemudian. Anak durhaka, menconteng arang ke muka, mereka masih terus memberi kasih sayang, kerana mereka beroleh kasih sayang Rahmat Allah yang al-Wahhab.

(2) Memberi secara berulang-ulang. Al-Wahhab terus memberi berulang kali, tidak jemu Memberi dan tidak Marah diminta. Percikan sifat inilah yang Allah limpahkan ke jiwa ibu bapa kita. Mintalah susu pada setiap malam di usia kecilmu. Ibu akan bangun meraba dinding mencari cahaya, demi anak yang diberikan hati dan cinta. Dia tidak jemu, bahkan sejurus selepas kita dewasa, diberikannya pula cinta itu kepada adik kecil yang baru menjenguk datang ke hidup duniawi.

(3) Memberi tanpa diminta. Allah SWT Tuhan yang al-Wahhab, memberi tanpa diminta. Hitunglah pada pelbagai yang ada di sekeliling kita. Dia berikan kita wajah yang cantik tanpa kita minta. Dia berikan kita sahabat yang baik, tanpa kita minta dan jangka. Allah itu Maha Memberi dengan sifat-Nya yang al-Wahhab. Sifat inilah yang Allah tanamkan kepada naluri ibu dan bapa. Pelbagai keperluan dan hiasan hidup diberikan tanpa diminta. Ibu mencium dahi, ayah menyapu kepala, semuanya demi sayang mereka kepada kita, sayang yang diberi tanpa diminta.

(4) Memberi sesuatu yang amat berharga. Allah Dia yang al-Wahhab memberi dengan sifat itu perkara-perkara besar yang amat berharga. Dia kurniakan kita dengan sifat al-Wahhab itu, bukanlah hiasan-hiasan dunia yang tidak berharga. Al-Wahhab, dari-Nya datang RAHMAT yang menyelamatkan kita, mengampunkan kita, memelihara kita tanpa menghitung-hitung satu taat dibalas nikmat, satu maksiat dibalas binasa dan kiamat. Peluang demi peluang diberikan. Sehinggalah sampai masa pintu taubat itu Dia tutup atau kita menutupnya sendiri. Semuanya diberikan kerana kita hidup untuk TUJUAN yang besar. Cebis-cebis sifat inilah Allah limpahkan kepada jiwa ibu dan bapa kita. Diberikannya kasih sayang yang tidak mampu diberi walau oleh dua pasangan yang paling bercinta. Kasihnya ibu membawa ke syurga, kasihnya ayah selama-lama. Semuanya diberi agar kita membesar penuh sempurna, menjadi insan yang berjaya dan mulia.

(5) Memberi sesuatu yang baik untuk menghasilkan kebaikan. Allah jua dengan sifat al-Wahhab memberikan pelbagai kebaikan kepada kita, agar dengan kebaikan itu kita sambut dengan syukur dan taat, berupa khidmat kepada sesama insan. Diberikan-Nya kita harta, agar kita bersedekah. Diberikan-Nya kita ilmu agar kita berdakwah. Diberikan-Nya kita pelbagai yang baik, agar dengannya kita berbuat baik.

Kita mohon agar Allah limpahkan Rahmat-Nya kepada kedua ibu bapa kita. Allah memberikan rahmat itu dengan sifat al-Wahhab-Nya. Dengan itu jualah diberikan-Nya ibu dan bapa kita kasih sayang tanpa syarat untuk anak-anak mereka. Dengan itu jualah mudah-mudahan Allah mengasihani kita tanpa syarat, mengampunkan kita tanpa syarat. Kerana syarat Allah terlalu perkasa untuk disahut oleh hamba yang lemah dan kerdil seperti kita.

“Ya Allah, ampunkanlah dosaku, ampunkan dosa ibu bapaku dan rahmatilah mereka dengan kasih sayang-Mu, sebagaimana mereka menyayangiku ketika diriku masih kecil”.

Ameen.

Saturday, December 12, 2009

Hikmah berbakti kepada Ibubapa

Selain seorang nabi, Sulaiman a.s. juga seorang raja terkenal. Atas izin Allah ia berhasil menundukkan Ratu Balqis dengan jin ifrit-Nya. Dia dikenal sebagai manusia boleh berdialog dengan segala binatang. Dikisahkan, Nabi Sulaiman sedang berkelana antara langit dan bumi hingga tiba di satu samudera yang bergelombang besar. Untuk mencegah gelombang, ia cukup memerintahkan angin agar tenang, dan tenang pula samudera itu.

Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin Ifrit menyelam ke samudera itu sampai ke dasarnya. DI sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya kepada Nabi Sulaiman.

Melihat kubah tanpa lubang penuh permata dari dasar laut itu Nabi Sulaiman menjadi terlalu hairan, “Kubah apakah gerangan ini?” fikirnya. Dengan minta pertolongan Allah, Nabi Sulaiman membuka tutup kubah. Betapa terkejutnya dia begitu melihat seorang pemuda tinggal di dalamnya.

“Siapakah engkau ini? Kelompok jin atau manusia?” tanya Nabi Sulaiman kehairanan.

“Aku adalah manusia”, jawab pemuda itu perlahan.

“Bagaimana engkau boleh memperolehi karomah semacam ini?” tanya Nabi Sulaiman lagi. Kemudian pemuda itu menceritakan riwayatnya sampai kemudian memperolehi karomah dari Allah boleh tinggal di dalam kubah dan berada di dasar lautan.

Diceritakan, ibunya dulu sudah tua dan tidak berdaya sehingga dialah yang memapah dan menggendongnya ke mana jua dia pergi. Si anak selalu berbakti kepada orang tuanya, dan ibunya selalu mendoakan anaknya. Salah satu doanya itu, ibunya selalu mendoakan anaknya diberi rezeki dan perasaan puas diri. Semoga anaknya ditempatkan di suatu tempat yang tidak di dunia dan tidak pula di langit.

“Setelah ibuku wafat aku berkeliling di atas pantai. Dalam perjalanan aku melihat sebuah terbuat dari permata. Aku mendekatinya dan terbukalah pintu kubah itu sehingga aku masuk ke dalamnya.” Tutur pemuda itu kepada Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman yang dikenali boleh berjalan di antara bumi dan langit itu menjadi kagum terhadap pemuda itu.

“Bagaimana engkau boleh hidup di dalam kubah di dasar lautan itu?” tanya Nabi Sulaiman ingin mengetahui lebih lanjut.

“Di dalam kubah itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di langitkah atau di udara, tetapi Allah tetap memberi rezeki kepadaku ketika aku tinggal di dalam kubah.”

“Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?”

“Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah, dan buahnya yang aku makan. Jika aku merasa haus maka keluarlah air yang teramat bersih, lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu.”

“Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?” tanya Nabi Sulaiman a.s yang merasa semakin hairan.

“Bila telah terbit fajar, maka kubah itu menjadi putih, dari situ aku mengetahui kalau hari itu sudah siang. Bila matahari terbenam kubah akan menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah malam.”

Tuturnya. Selesai menceritakan kisahnya, pemuda itu lalu berdoa kepada Allah, maka pintu kubah itu tertutup kembali, dan pemuda itu tetap tinggal di dalamnya. Itulah keromah bagi seorang pemuda yang berbakti kepada kedua orang tuanya.

Friday, December 11, 2009

Isteri Nampak Cepat Tua Dari Suami – Antara Sebabnya.....

Ada segelintir kaum suami mudah mencari perempuan lain kerana menganggap isteri mereka sudah tidak cantik, nampak tua, gemuk.. Tapi tahukan anda semua wahai kaum suami sebab-sebab yang menjadikan para wanita khususnya isteri & ibu cepat nampak tidak menarik di mata anda?

1. Tahukah anda, jika kita makan dengan perlahan dan mengunyah makanan sehingga benar2 hancur, itu akan membantu proses penghadaman kita, sekaligus mengelakkan kita gemuk.. tetapi kasihan kaum ibu ni, terpaksa makan laju2, telan terus tanpa sempat dikunyah kerana nak memujuk anaknya yang menangis. Tapi si suami.. layan jer sambung makan, buat2 xdengar anaknya menangis. So, wanita pun mudah jadi gemuk sebab makanan x sempat nak hadam betul2.

2. Wanita juga mudah gemuk kerana sifat mereka yang tidak suka membazir. Makanan yang tidak habis dimakan oleh anaknya, maka dialah yg akan menghabiskannya pulak. Sayang katanya… takut membazir. Membazir tukan amalan syaitan. Si suami pulak dengan riaknya mengatakan “kau ni kuat betul makan!”

3. Bila anak menangis tengah malam nak minum susu, bapaknya akan tido mati terus.kalau yang dengar pun buat2 tido lena sbb malas nak bangun, malas nak ganggu tido nya.wanita lah yang dalam semalam, berapa puluh kali terpaksa bangun membuat susu utk anak. Bila x cukup tido, mulalah muka nampak letih dan cepat nampak tua. Kedut2 pun mula wujud. Masa tu guna Total Effect ker, aper ker… xkan nak hilangnya. Petua utk cantik kan ada dua yang penting, minum air banyak & TIDUR SECUKUPNYA.

4. Dan bagi wanita yang berkerjaya, sudahlah penat bekerja utk membantu menambah pendapatan keluarga, bila balik rumah, semuanya dialah yang kena uruskan. Dengan perangai anak2, perangai bapaknya… nak itu, nak ini.. So, wanita pun membebel, marah2… dan bila marah2, banyak leter, so cepatlah jadi tua..

Kesimpulannya…wanita cepat tua & cepat gemuk adalah disebabkan LELAKI atau lebih tepat lagi SUAMI.. Oleh itu, hargailah segala pengorbanan isteri anda. Mungkin sekiranya sehari sahaja isteri anda tiada, dan anda perlu memikul tanggungjawab dia sementara, anda mungkin tidak mampu melakukan seperti dia..

Thursday, December 10, 2009

Mengapa suka Cium Anak

Keistimewaan yang bakal diperolehapabila anak-anak anda boleh digelar
kanak-kanak atau kupu-kupu syurga. Barangsiapa yang mengembirakan anak
perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana
takutkan Allah. Orang yang menangis takutkan Allah diharamkan oleh Allah
akan api neraka ke atas tubuhnya.

Ciumlah anakmu kerana pahala setiap ciuman itu dibalas dengan satu darjat
syurga. Nisbah di antara dua darjat ialah 500 darjat. Syurga itu ialah
sebuah kampung kesenangan, tiada masuk ke dalamnya melainkan orang yang
menyukai kanak-kanak.

Barangsiapa keluar ke pekan Muslim dan membeli barang-barang dan kembali
ke rumah dengan buah tangan untuk anak-anaknya, nescaya mendapat rahmat
daripada Allah dan tidak diseksa di Akhirat kelak.
Muliakan anak-anak dengan mengajar mereka adab dan ilmu agama

Barangsiapa memuliakan anak-anaknya dalam keadaan jahil dia turut menanggung
tiap-tiap dosa yang dilakukan oleh anaknya itu dan barangsiapa membekalkan anaknya
itu turut diperolehinya.

Aqrak pernah terlihat Nabi SAW mencium cucu baginda Hassan. Aqrak berkata;
"Anakku sepuluh orang banyaknya, namun tiada seorang pun yang pernah
aku cium." Sabda Nabi SAW; "Orang yang tidak menyayangi tidak pula akan
disayangi."

Barangsiapa ke pasar dan membeli sesuatu barang untuk ahli keluarganya dan
dia memikulnya ke rumah; pahalanya seperti dia memikul sedekah untuk orang
yang sangat berhajat. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak
lelaki. Maka barangsiapa menyukakan anak perempuan seolah-olah dia
memerdekakan anak Nabi Ismail.

Seorang lelaki bertanya; "Ya Rasulullah, kepada siapakah harus akuberbakti? "
Jawab baginda; "Berbaktilah kepada ibu bapamu."
Kata lelaki itu lagi; "Ibu bapaku sudah tiada lagi."
Sabda Nabi SAW; "Kalau begitu berbaktilah kepada anakmu, ibubapa berhak
terhadap dirimu dan anakmu pula berhak ke atas dirimu."

Wallahualam bissawab....

Sahabat Sejati....

Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah (SWT), mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati..’


Sebaik baik sahabat di sisi Allah (SWT) ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik baik jiran disisi Allah (SWT) ialah orang yang terbaik terhadap jiranny (H.R al-Hakim)


Allah (SWT) SWT mencipta makhluk di atas muka bumi ini berpasang-pasangan. Begitu juga manusia, tidak akan hidup bersendirian. Kita tidak boleh lari dari berkawan dan menjadi kawan kepada seseorang. Jika ada manusia yang tidak suka berkawan atau melarang orang lain daripada berkawan, dia dianggap ganjil dan tidak memenuhi ciri-ciri sebagai seorang manusia yang normal.


Inilah antara hikmah, kenapa Allah (SWT) SWT mencipta manusia daripada berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa. Firman Allah (SWT) SWT dalam surah al-Hujurat ayat 13, yang bermaksud:


"Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan berpuak-puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu sama lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah (SWT) ialah orang lebih bertakwa. Sesungguhnya Allah (SWT) Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya.”


Dalam Islam faktor memilih kawan amat dititikberatkan. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang sangat mulia, kerana kawan atau sahabat berperanan dalam membentuk personaliti individu. Ada kawan yang sanggup bersusah-payah dan berkongsi duka bersama kita, dan tidak kurang juga kawan yang nampak muka semasa senang dan hanya sanggup berkongsi kegembiraan sahaja.


Pendek kata sahabat boleh menentukan corak hidup kita. Justeru, jika salah pilih sahabat kita akan merana dan menerima padahnya. Selari dengan hadith Rasululah saw yang bermaksud: "Seseorang itu adalah mengikut agama temannya, oleh itu hendaklah seseorang itu meneliti siapa yang menjadi temannya" (H.R Abu Daud).


Bak kata pepatah Arab, "Bersahabat dengan penjual minyak wangi, kita akan menerima percikan wangiannya, manakala bersahabat dengan tukang besi, percikan apinya akan mencarikkan baju kita."


Apakah ciri-ciri seorang sahabat yang baik?

Seorang bijak pandai berpesan kepada anak lelakinya: "Wahai anakku, sekiranya engkau berasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut:

* Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu;
* Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;
* Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu;
* Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;
* Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) daripada kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu;
* Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya;
* Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;
* Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), dia akan menanyakan kesusahan kamu;
* Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;
* Jika engkau berkata kepadanya, nescaya dia akan membenarkan kamu;
* Jika engkau merancangkan sesuatu, nescaya dia akan membantu kamu;
* Jika kamu berdua berselisih faham, nescaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan;
* Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan perkara buruk dan maksiat;
* Dia mendorongmu mencapai kejayaan di dunia dan akhirat.

Sebagai remaja yang terlepas daripada pandangan ayah ibu berhati-hatilah jika memilih kawan. Kerana kawan, kita bahagia tetapi kawan juga boleh menjahanamkan kita.

Hati-hatilah atau tinggalkan sahaja sahabat seperti dibawah:

* Sahabat yang tamak: ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta yang banyak, dan ia hanya mementingkan diri sendiri.

* Sahabat hipokrit: ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau, atau hal-hal mendatang; ia berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong; dan jika ada kesempatan membantu, ia menyatakan tidak sanggup.

* Sahabat pengampu: Dia setuju dengan semua yang kamu lakukan tidak kira betul atau salah, yang parahnya dia setuju dengan hal yang dia tidak berani untuk menjelaskan kebenaran, di hadapanmu ia memuji dirimu, dan di belakangmu ia merendahkan dirimu atau mengkhianati amanahmu. Bila telah di percayai, dia khianati. Bila telah di cintai, dia dustakan.

* Sahabat pemboros dan suka hiburan: ia menjadi kawanmu jika engkau suka berpesta, suka berkeliaran dan "melepak" pada waktu yang tidak sepatutnya, suka ke tempat-tempat hiburan dan pertunjukan yang melalaikan.

* Sahabat yang membawamu semakin jauh dari Allah (SWT). Seorang yang tidak menambah kebajikanmu di dunia, lebih2 lagi di akhirat. Seorang yang tidak menambah manfaat kehidupanmu di akhirat, bukanlah temanmu yang sebenar.

Hati-hatilah memilih kawan, kerana kawan boleh menjadi cermin peribadi seseorang. Berkawanlah kerana Allah (SWT) untuk mencari redha-Nya.

Mengapa Gunung Uhud Senget....

Gunung Uhud merupakan gunung yang bersejarah pada orang Islam. Ia merupakan perang sejarh antara mujahidin Islam dan tentera kafir Mekah.�

Jikalu kita perhatikan betul-betul Gunung Uhud, kita akan melihatnya senget sedikit.Ini ada sejarahnya.

Banyak yang kita tahu, sejumlah mujahidin Islam telah syahid dalam perjuangan ini. Antara yang terkorban ialah pakcik Rasulullah SAW iaitu Saidina Hamzah ra (ASADULLAH) juga digelar penghulu segala syahid.�

Sewaktu para syahid Islam ingin dikebumikan jauh sedikit dari Gunung Uhud, baginda Rasulullah SAW ternampak Gunung Uhud bergerak untuk mengikut mengiringi jenazah.tetapi baginda RAsulullah SAW melarang Gunung Uhud dari berubah tempatnya. Baginda berkata kepada Gunung Uhud supaya umat Islam dapat melihat tempat perang bersejarah itu berlaku. Oleh sebab itu, gunung ini sedikit condong.

Setiap kali Rasulullah SAW lalu bersebelahan Gunung Uhud, baginda akan berkata kepada para sahabat, “Lihatlah Gunung Uhud ini, dia mencintai aku dan aku mencintai dia”..

Tanda-Tanda Cinta...

Ibn Qayyim Al-Jauziah seorang ulama besar, menyebutkan bahwa cinta mempunyai tanda-tanda.

Pertama, ketika mereka saling mencintai maka mereka tidak akan pernah saling mengkhianati walau sekalipun. Mereka akan saling setia sentiasa, memberikan semua komitmen mereka.

Kedua, ketika seseorang mencintai, maka dia akan mengutamakan yang dicintainya, seorang isteri akan mengutamakan suami dalam keluarga, dan seorang suami tentu saja akan mengutamakan isteri dalam hal perlindungan dan nafkahnya. Mereka akan sama-sama saling mengutamakan, tidak ada yang merasa lebih berkuasa.

Ketiga, ketika mereka saling mencintai maka sedetikpun mereka tidak akan mahu berpisah, lubuk hatinya selalu saling terpaut. Meskipun jasad mereka berjauhan, hati mereka seolah selalu tersambung. Isterinya akan sentiasa mendoakan agar suami selamat dalam perjalanan dan memperoleh kejayaan dalam pekerjaan, serta mendoakan suami supaya sentiasa dalam perlindunganNya, tidak tergelincir imannya. Juga ada ingatan suami yang sedang membanting tulang meraup nafkah halal kepada isteri tercinta, sedang apakah gerangan isterinya, lebih semangatlah ia.

Wednesday, December 9, 2009

Kotak Berisi kasih....

Satu hari ketika seorang ayah membeli beberapa gulung kertas bungkusan hadiah, anak perempuannya yang masih kecil dan manja sekali, meminta satu gulung.

“Untuk apa?” tanya si ayah.

“Nak bungkus hadiah” jawab si kecil.

“Jangan dibuang-buang ya.” pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.

Keesokan harinya, pagi-pagi lagi si kecil sudah bangun dan membangunkan ayahnya, “Yah, Ayah…….. ada hadiah untuk Ayah.”

Si ayah yang masih menggeliat, matanya pun belum lagi terbuka sepenuhnya menjawab, “Sudahlah…. nanti nanti saja.”

Tetapi si kecil pantang menyerah, “Ayah, Ayah, bangun Ayah, dah pagi.”

“Eh… kenapa ganggu ayah… masih terlalu awal lagi untuk ayah bangun.”

Ayah terpandang sebuah bungkusan yang telah dibalut dengan kertas pembungkus yang diberikan semalam.

“Hadiah apa ni?”

“Hadiah hari jadi untuk Ayah. Bukalah Yah, buka sekarang.”

Dan si ayah pun membuka bungkusan itu.

Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak kosong. Tidak berisi apa pun juga.

“Eh.. kenapa kosong?? Tak ada isi di dalamnya. Kan Ayah dah kata jangan buang-buang kertas bungkusan Ayah. Membazir tu”

Si kecil menjawab, “Tak Ayah….., ada isi tu… Tadi kan, Puteri masukkan banyak sekali ciuman untuk Ayah.”

Si ayah merasa terharu, dia mengangkat anaknya. Dipeluk dan diciumnya.

“Puteri, Ayah belum pernah menerima hadiah seindah ini. Ayah akan selalu menyimpan hadiah ini. Ayah akan bawa ke pejabat dan sekali-sekala kalau perlu ciuman Puteri, Ayah akan mengambil satu. Nanti kalau kosong diisi lagi ya!”

Kotak kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki nilai apa-apa pun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu tinggi. Apa yang terjadi?

Lalu, walaupun kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata si ayah, namun di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa pun. Orang lain akan tetap menganggapnya sebuah kotak kosong.

Moral:
Kosong bagi seseorang boleh dianggap penuh oleh orang lain.
Sebaliknya, penuh bagi seseorang boleh dianggap kosong oleh orang lain.

KOSONG dan PENUH - kedua-duanya merupakan produk dari “fikiran” anda sendiri. Sebagaimana anda memandangi hidup demikianlah kehidupan anda. Hidup menjadi bererti, bermakna, kerana anda memberikan erti kepadanya,
memberikan makna kepadanya.

Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan erti, hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong………..

Cantiknya Persahabatan

Dalam dunia ini kita tidak punya sesiapa,
Kecuali diri sendiri..
Tetapi dalam kita bersendirian, kita beruntung kerana
Mempunyai seorang sahabat yang memahami kita…
Sebagaimana kita mengharapakan keiklasan dan kejujuran
Seorang sahabat, begitulah juga dia.
Tetapi kita sering terlupa akan hal itu.
Cuma mengambil kira tentang harapan dan perasaan kita.
Kita rasa dikhianati bila dia tidak menepati janjinya.
Kita tidak memberi dia peluang untuk menerangkan keadaannya.
Bagi kita, itu alasannya untuk menutup kesilapan dan membela diri.
Kita juga pernah membiarkan dia ternanti-nanti kerana kita juga ada janji yg tidak ditepati.
Kita beri beribu alasan memaksa dia terima alasan kita.
Waktu itu, terfikirkah kita perasaannya…?
Seperti kita, dia juga tahu rasa kecewa… tetapi kita sering terlupa.
Untungnya mempunyai seorang sahabat yang sentiasa memahami
Yang selalu berada disisi pada waktu kita memerlukannya.
Dia mendengar luahan perasaan kita, segala rasa kecewa dan ketakutan.
Harapan dan impian juga kita luahkan.
Dia memberi jalan sebagai laluan penyelesaian masalah.
Selalunya kita terlalu asyik menceritakan tentang diri kita hingga
Kadang-kadang kita terlupa sahabat kita juga ada cerita yg ingin dikongsi bersama kita.
Pernah kah kita memberi dia peluang untuk
menceritakan tentang rasa bimbangnya, rasa takutnya?
Pernahkah kita menenangkan dia sebagaimana dia pernah menyabarkan kita.
Ikhlaskah kita mendengar tentang kejayaan dan berita gembiranya?
Mampukah kita menjadi sumber kekuatannya sepertimana dia meniup semangat setiap kali kita rasa kecewa dan menyerah kalah?
Dapatkah kita yakinkan dia yg kita boleh dipercayai, kita boleh dijadikan tempat untuk bersandar bila terasa lemah, agar tidak rebah…?
Bolehkah kita menjadi bahu untuk dia bersandar harapan?
Sesekali jadilah sahabat yg mendengar dari yg hanya bercerita..
Ambillah masa untuk memahami hati dan perasaan sahabat
Kerana dia juga seorang manusia,
Dia juga ada rasa takut, ada rasa bimbang,sedih dan kecewa.
Dia juga ada kelemahan dan memerlukan seorang sahabat..
Sebagai kekuatan…
Jadilah kita sahabatnya itu.
Kita selalu melihat dia ketawa, tetapi mungkin sebenarnya dia tidak setabah yang kita sangkakan…
Di sebalik senyumannya mungkin banyak cerita sedih yg ingin diluahkan…
Di sebalik kesenangannya mungkin tersimpan seribu kekalutan…
Kita tidak tahu…
Tetapi. jika kita cuba jadi sahabat sepertinya, mungkin kita
akan tahu..
RENUNGILAH…
HARGAILAH SEBUAH PERSAHABATAN KERANA DISEBALIKNYA TERSIMPUL SEGALA-GALANYA…
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)
Orang yang menunjukkan kebaikan kepada anda adalah sahabat yang baik. Dan orang yang menunjukkan kesalahan anda adalah sahabat yang paling baik. (Hukamak)

Rahsia cincin Di Jari manis

Pernah terfikir pasal benda ni? Jika hendak tau jawapannya, cuba ikut buat seperti dibawah. Sesungguhnya alamsemesta ciptaan tuhan memang banyak rahsianya.

*Rapatkan kedua-dua tapak tangan … pastu bengkokkan dan rapatkan jari ketiga (jari tengah) … serta cantumkan hujung jari-jari yang lain seperti dalam gambar di atas.
Mari kita mula permainan ini.

1. Cuba buka dan renggangkan ibu jari. Jari ini mewakili kedua ibubapa kita. Ianya boleh dibuka sebab semua manusia akan sakit dan mati. Satu hari nanti kedua orang tua kita juga akan pergi meninggalkan kita.

2. Rapatkan semula ibu jari dan buka jari kedua (jari telunjuk). Jari ini mewakili adik beradik kita yang juga satu hari nanti akan berkawin dan bila dah berkeluarga, mereka juga akan meninggalkan kita.

3. Rapatkan semula jari kedua tu dan buka pula jari kelima (jari kelingking). Jari ni mewakili anak-anak kita bila kita dah berkeluarga nanti. Kita pun kena menerima hakikat bahawa mereka juga akan pergi meninggalkan kita bila mereka juga telah berkawin dan berkeluarga.

4. Rapatkan semula jari kelima tu. Sekarang cuba buka jari manis yang kita sarongkan cincin perkahwinan kita tu. Korang mesti terkejut jari manis tu sedikit pun tak mau bergerak dan tak boleh dibuka langsung. Aneh kan!!! …

kerana jari manis lah lambang hubungan suami isteri… bila dah kawen dan bersatu ianya harus bersama hingga ke akhir hayat. Pelik tapi benar dan itu lah hakikat sebenar cinta sejati yang penuh dengan kasih sayang … terus bersama hingga ke akhir hayat.

Tuesday, December 8, 2009

Another year....another number

Today is my birthday...Its been 31 years already... How fast the time flies..since I was kid...birthday doesn't have any significant to our life..It just a normal day nothing special with it. Being born in an underprivileged family, we don't even bother to celebrate it..There were more important things to life than celebrating, the one day...such as putting rice on the table..we never be taught to celebrate it let along remembering it..hahahahah. Even though it sounds like we're lacking of intimacy alertness..our life are full of excitements and love...We bonded and love each other as much as others..It just not our tradition. As we grow up , we tried to copy others by showing each other that we do remember each siblings special day and we celebrate it with what we can...Having kids however, makes me a different person, I try my best to celebrate my kids birthday to show how special they are...The celebration doesn't have to be lavished...it just enough for the 4 of us with a cake. Today is not all a happy ending day for me..After spending the day with family, there's a grieving news that my best friend's father has passed away...without any sign of him going to leave us...but that's what Allah's promise..life and death of a person is depends on His will. We can't do anything.. How I shared her sorrow to loose a beloved one..and it's my sorrow as well since he was like my own father..Al-fatihah for arwah Abah..
So ...there's nothing special to the day of birth ...it's just another regular day reminding you of how near death is...and how fragile life are..

Monday, December 7, 2009

Paku di tiang...

Beberapa ketika yang silam, ada seorang ikhwah yang mempunyai seorang anak lelaki bernama Mat. Mat membesar menjadi seorang yang lalai menunaikan suruhan agama. Meskipun telah berbuih ajakan dan nasihat, suruhan dan perintah dari ayahnya agar Mat bersembahyang, puasa dan lain-lain amal kebajikan, dia tetap meninggalkannya.

Sebaliknya amal kejahatan pula yang menjadi kebiasaannya. Kaki judi, kaki botol, dan seribu satu macam jenis kaki lagi menjadi kemegahannya. Suatu hari ikhwah tadi memanggil anaknya dan berkata, “Mat, kau ni terlalu sangat lalai dan berbuat kemungkaran. Mulai hari ini aku akan pacakkan satu tiang di tengah halaman rumah kita.

Setiap kali kau berbuat satu kejahatan, maka aku akan benamkan satu paku ke tiang ini. Dan setiap kali kau berbuat satu kebajikan, sebatang paku akan kucabut keluar dari tiang ini.” Bapanya berbuat sepertimana yang dia janjikan, dan setiap hari dia akan memukul beberapa batang paku ke tiang tersebut

Kadang-kadang sampai berpuluh paku dalam satu hari. Jarang-jarang benar dia mencabut keluar paku dari tiang. Hari bersilih ganti, beberapa purnama berlalu, dari musim rebut tengkujuh berganti kemarau panjang. Tahun demi tahun beredar lepas. Tiang yang berdiri megah di halaman kini telah hampir dipenuhi dengan tusukan paku-paku dari bawah sampai ke atas. Hampir setiap permukaan tiang itu dipenuhi dengan paku-paku. Ada yang berkarat lepat dek kerana hujan dan panas.

Setelah melihat keadaan tiang yang bersusukan dengan paku-paku yang menjijikkan pandangan mata, timbullah rasa malu dan keinsafan dalam diri Mat kerana selama ini bergelumang dalam dosa dan noda. Maka dia pun berazamlah untuk memperbaiki dirinya. Mulai detik itu, Mat mula sembahyang. Hari itu saja lima butir paku dicabut ayahnya dari tiang.

Besoknya sembahyang lagi ditambah dengan sunat-sunatnya. Lebih banyak lagi paku tercabut. Hari berikutnya Mat tinggalkan sisa-sisa maksiat yang melekat. Maka semakin banyaklah tercabut paku-paku tadi. Hari demi hari,semakin banyak kebaikan yang Mat lakukan dan semakin banyak maksiat yang ditinggal, hingga akhirnya hanya tinggal sebatang paku yang tinggal melekat di tiang.

Maka ayahnyapun memanggillah anaknya dan berkata: “Lihatlah anakku, ini paku terakhir, dan akan aku cabutkannya keluar sekarang. Tidakkah kamu gembira?” Mat merenung pada tiang tersebut, tapi disebalik melahirkan rasa gembira sebagai yang disangkakan oleh ayahnya, dia mula menangis teresak-esak. “Kenapa anakku?” tanya ayahnya, “aku menyangkakan tentunya kau gembira kerana semua paku-paku tadi telah tiada.” Dalam nada yang sayu Mat mengeluh, “Wahai ayahku, sungguh benar katamu, paku-paku itu telah tiada, tapi aku bersedih kerana parut- parut lubang dari paku itu tetap kekal di tiang, bersama dengan karatnya.”

Ikhwah dan akhawat yang dimuliakan, Dengan dosa-dosa dan kemungkaran yang seringkali diulangi hinggakan menjadi suatu kebiasaan (habit), kita mungkin boleh mengatasinya, atau secara berangsur-ansur menghapuskannya, tapi ingatlah bahawa parut-parutnya akan kekal. Dari itu, bilamana kita menyedari diri ini melakukan suatu kemungkaran, ataupun sedang diambang pintu habit yang buruk, maka berhentilah serta-merta. Kerana setiap kali kita bergelimang dalam kemungkaran, maka kita telah membenamkan sebilah paku lagi yang akan meninggalkan parut pada jiwa kita, meskipun paku itu kita cabut kemudiannya. Apatah lagi kalau kita biarkan ianya berkarat dalam diri ini sebelum dicabut. Lebih-lebih lagilah kalau dibiarkan berkarat dan tak dicabut

10 pesanan berguna dalam kehidupan

1. Senyum itu tanda kemesraan, diberi kepada manusia dianggap sedekah. Ketawa itu lambang kelalaian. Selalu dilakukan hati akan mati. Dibuat di hadapan manusia menghilangkan maruah
diri.

2. Setiap kesalahan yang dilakukan jadikanlah pengajaran, insaflah ini tanda kelemahan diri, kesalilah keterlanjuran itu dan berazamlah tidak mengulanginya lagi.

3. Syukur nikmat dan sabar di dalam ujian amat mudah diucapkan tetapi amat sulit dilaksanakan.

4. Kesenangan dan kemewahan selalunya membawa kepada kesombongan dan kelalaian. Kesusahan dan penderitaan itu, selalunya membawa kekecewaan dan putus asa, kecuali orang yang mukmin.

5. Di antara tanda-tanda orang-orang yang sombong itu cepat melahirkan sifat marah, suka memotong percakapan orang, suka bermujadalah yakni bertegang leher, nampak di mukanya rasa tidak senang jika ada orang yang lebih darinya di satu majlis, bercakap meninggikan suara, pantang ditegur, tidak ada tanda-tanda kesal di atas kesalahan.

6. Orang yang sudah hilang sifat marah - dayus, cepat melahirkan sifat marah - lemah mujahadah. Orang yang ada sifat marah tapi dapat disembunyikan kecuali di tempat-tempat yang munasabah inilah manusia normal.

7. Tahu diri kita hamba itu adalah ilmu, merasa diri kita itu hamba itu penghayatan, yang kedua inilah akan lahir sifat tawaduk, malu, khusyuk, takut, hina dan lain-lain lagi sifat kehambaan.

8. Jika kita mengingati dosa, kita tidak nampak lagi kebaikan kita, apatah lagi untuk dibanggakan.

9. Lahirkan kemesraan kita sesama manusia kerana itu adalah haknya tapi jangan putus hati kita dengan Allah, ini adalah hakNya pula.

10. Apabila rasa senang dengan pujian, rasa sakit dengan kehinaan menunjukkan kita ada kepentingan peribadi, tanda kita tidak ikhlas membuat kebaikan

Rahsia Sujud Dalam Solat

Pernahkah kita terfikir setelah saban usia kita mendirikan solat berserta syarat rukunnya, apakah rukun solat yang paling disukai oleh Allah SWT. Dengan menyelami, memahami, menjiwai serta menghayati setiap detik ibadah atau solat yang dikerjakan barulah kita akan mendapat kemanisan dan faedah darinya. Barulah ibadah kita itu dapat mendinding dan mencegah diri kita dari dosa dan noda. Firman Allah SWT yang bermaksud:-
” Sesungguhnya sembahyang itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar” (Surah Al-Ankabut ayat:45)

Segala rukun di dalam solat yang melibatkan qalbi (naluri), qauli (lisan) dan fi’li (perbuatan) mempunyai pengertian dan maksud yang amat mendalam sekali di sisi Allah SWT. Segala pergerakan di dalam solat sebenarnya sarat dengan hikmah dan pendidikan dari Allah SWT dan amalan atau rukun yang paling disukai oleh Allah ialah rukun sujud.

Sujud adalah waktu di mana seorang hamba itu paling hampir dengan Penciptanya. Pergerakan sujud itu secara lahirnya telah menunjukkan “rasa menghina dirinya” seseorang hamba itu di depan Tuhannya di dalam keadaan menyerah diri, pasrah, berikrar dan mengaku bahawa

“Ya Allah hanya Engkaulah Tuhan yang layak disembah, ditakuti, dicintai dan hanya pada-Mu sahajalah tempat berserah dan memohon pertolongan”.

Seorang sahabat Nabi SAW iaitu Huzaifah r.a berkata bahawa Rasulullah SAW telah bersabda:-

“Tiadalah keadaan seorang hamba yang paling disukai oleh Allah daripada Dia melihat hamba-Nya itu di dalam keadaan bersujud, dengan meletakkan mukanya di tanah ( sebagai tamsilan tunduk, pasrah dan rasa hina seorang hamba kepada Allah)”. (Hadis Riwayat Imam Tabrani).

Cerita Sujud:

Semasa malaikat-malaikat disuruh sujud kepada Nabi Allah Adam semua malaikat sujud apabila mereka bangun mengangkat kepala didapati malaikat yang bernama Azazil tidak sujud maka Allah SWT menjadi murka dan melaknat ke atasnya jadilah ia Iblis dengan bertukar rupa. Rupanya seperti kera dan badannya seperti babi justeru para malaikat merasa kecut dan takut lantas mereka sujud sekali lagi kerana syukur tidak kena laknat oleh Allah SWT.

1. SUJUD PERTAMA TAAT (PERINTAH ALLAH)
2. SUJUD KEDUA SYUKUR (HAMBA KEPADA ALLAH)

Tatkala Nabi Muhammad SAW Israk dan Mikraj ketika sampai di langit yang ketiga para malaikat-malaikat di sana sememangnya sujud selama- lamanya tetapi dikehendaki waktu Nabi SAW sampai mestilah mengangkat kepala tanda hormat.

Apabila Nabi SAW memberi salam kepada para malaikat, semua malaikat itu bangun dari sujud kerana menjawab salam dan berkenalan dengan melihat wajah Nabi Muhammad SAW kemudian mereka sujud semula.

Telah bersabda Rasulullah SAW, Bumi keseluruhannya adalah masjid melainkan tempat perkuburan dan tempat mandi.

“Telah dijadikan untuk kita bumi seluruhnya adalah masjid. Maka jangan anda sapu pasir pada tempat sujud kerana rahmat Allah berada di hadapan. Dan berdebu muka ku untuk Allah yang maha Mulia lagi maha Tinggi sebab pasir kerana itulah puncak ibadah kepada Allah Taala. Tidak dikira bersolat bagi mereka yang tidak sampai atau kena hidungnya ke bumi (tanah) seperti juga dahinya”.

Oleh kerana banyak hadis menyebut tentang bumi dan kaitannya dengan sujud maka para ulama bersepakat mengatakan sekurang-kurangnya mesti sekali seumur hidup solat dan sujud di atas bumi dengan tidak berlapik dan jika banyak kali adalah lebih baik. Maka dengan sebab itulah orang-orang yang bermazhab Syiah bersolat di atas bumi atau dengan membawa kemana-mana sapu tangan yang khas ada di atasnya tanah untuk lapik sujud.

Firman Allah SWT yang bermaksud:- ” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat Kami ialah orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Kami mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhan dan mereka tidak menyombongkan diri” (Surah As-Sajadah ayat 15).

Di dalam perlakuan sujud itu ada simbolik dan hikmah yang harus fahami dan hayati. Iaitu bersama terancap dan ratanya tujuh anggota badan kita dengan bumi, pergerakan yang sepenuh jiwa, sepenuh rasa hina dan mengharap kepada Allah SWT dan penyerahan secara total seorang hamba terhadap Penciptanya dalam menerima serta mematuhi segala perintah dan larangan dari-Nya. Jangan sampai berlaku, hanya di dalam solat sahaja kita sujud tetapi di dalam kehidupan seharian kita bersifat “jauh api dari panggang” didalam erti kata yang lain kita tidak tunduk, tidak taat dan tidak menyerah secara total kepada peraturan dan sistem Allah yang Maha Sempurna.

Sayugia dilakukan setiap melakukan rukun sujud ketika solat sentiasalah membaharui ingatan kepada Allah SWT (Al-Khaliq). Manakala tunduk meletakkan dahi ketika sujud hendaklah merasakan bahawa ia sedang menghina diri kepada suatu Zat Allah Yang Maha Agung dan apabila ia merasa kehebatan Allah Yang Maha Agung maka ketika itu ia juga harus merasai dirinya itu amat kecil dan terlalu kerdil di hadapan Zat Yang Maha Agung. Sujud bererti seseorang itu telah meletakkan wajahnya ditempat yang paling rendah di atas tanah ini bermakna ia telah meletakkan seluruh dirinya di atas tanah.

Dengan sujud itu bererti telah mengingatkan dirinya terhadap punca asal kejadian manusia itu dari tanah dan mengembalikan dirinya kepada tanah. Apabila ia telah sanggup menghantar dahinya dan juga dirinya ke tempat yang hina maka tidak mungkin ia akan bersikap sombong lagi terhadap Allah yang menciptakan dirinya dari tanah itu.

Sesungguhnya asal kejadian manusia itu seperti yang dijelaskan di dalam Al-Quran adalah dijadikan dari tanah maka setiap kali seseorang itu sujud adalah bertujuan mengasuh hatinya bahawa ia kelak akan dikembalikan kepada tanah iaitu menemui kematian seperti yang dijanjikan oleh Allah SWT.

Dengan demikian bererti sujud itu juga mengasuh hati manusia bukan saja supaya mengingat akan asal kejadiannya tetapi juga akan dikembalikan ke tanah iaitu menemui ajal kematian. Maka setiap kali sujud sewajarnya seseorang itu sentiasa ia mengingati akan mati, apabila ia ingat akan mati maka terasa seolah-olah bahawa solatnya itu sebagai solat penghabisan kerana ia akan menghantarkan dirinya ke tanah. Ia merasakan bahawa setiap kali ia sujud seolah-olah ia tidak akan bangun lagi. Sedangkan kematian itu merupakan pintu bagi seseorang memasuki gerbang akhirat.

Dalam keadaan demikian maka hati akan merasa gerun dan merasai kebesaran Allah dan ketika itulah ia membaharui lagi di dalam hatinya untuk mensucikan Zat Allah Yang Maha Tinggi disamping lidah tidak bertulang mengucapkan, “Subhana Rabbial- A’la wa-Bihamdih”.

Sujud bukan sahaja mendekatkan kita dengan Allah SWT tetapi dari sudut perubatan pun ada hikmahnya. Antara hikmah sujud menurut keterangan perubatan ialah:-

1. Membetulkan buah pinggang yang terkeluar sedikit dari tempat asalnya.
2. Membetulkan pundi peranakan yang jatuh.
3. Melegakan sakit hernia.
4. Mengurangkan sakit senggugut ketika haid.
5. Melegakan bahagian paru-paru dari ketegangan.
6. Mengurangkan kesakitan pada apendiks atau limpa.
7. Meringankan bahagian pelvis.
8. Menggerakkan otot bahu, dada, leher, perut, punggung ketika akan sujud.
9. Gerakan otot-otot ini menjadikannya lebih kuat dan elastik, secara automatik memastikan kelancaran darah.
10. Bagi wanita gerakan otot ini menjadikan buah dadanya lebih baik dan mudah berfungsi untuk menyusukan bayi.
11. Gerakan bahagian otot memudahkan wanita bersalin, organ peranakan mudah kembali ke tempat asal .
12. Mengurangkan kegemukan.
13. Otak manusia (organ terpenting) menerima banyak bekalan darah dan oksigen.
14. Kedudukan sujud paling baik untuk berehat dan mengimbang lingkungan bahagian belakang tubuh.
15. Memberi dorongan untuk mudah tidur.

Selain itu kesan sujud yang lama akan menambahkan kekuatan aliran darah ke otak yang boleh mengelakkan pening kepala dan migrain, menyegarkan otak serta menajamkan akal fikiran sekali gus menguatkan mentaliti kita (terutama ketika sujud waktu solat Subuh).

Saturday, December 5, 2009

Dua Malaikat

Rasulullah s.a.w. ada bersabda, katanya,

“Setiap anak Adam akan dijaga oleh dua malaikat. Malaikat yang di sebelah kanan lebih berkuasa dari yang sebelah kiri. Sekiranya seseorang anak Adam melakukan dosa maka malaikat yang di sebelah kiri akan bertanya pada malaikat di sebelah kanan katanya, “Apakah yang harus aku catit?”

Kata malaikat di sebelah kanan, “Jangan kamu catit dahulu dosanya sehingga ia melakukan 5 kesalahan. Malaikat yang di kiri bertanya lagi,”Kalau ia telah melakukan 5 kesalahan, apa yang harus aku catitkan?”

Jawab malaikat kanan, “Biarkannya, sehingga ia membuat kebaikan kerana kami telah diberitahu oleh Allah s.w.t bahawa satu kebaikan akan mendapat 10 pahala. Oleh itu hapuskanlah 5 kesalahannya yang lalu sebagai tebusan dan kami masih simpankan untuknya 5 pahala lagi.”

Tercenganglah syaitan mendengarkannya lalu berkata,”Kalau macam ini sampai bilakah aku dapat merosakkan anak Adam.” Demikianlah rahmat Allah pada hambanya, kasih sayangNya melimpah ruah tiada terbatas hanya hambanya saja yang lalai dan leka dengan keseronokkan serta kemewahan dunia.

Al-Quran:
“Say Your Prayers Before Prayers For You Are Said”.

“Sembahyanglah anda sebelum anda disembahyangkan”

Renungan Kata Pengisian Jiwa

Jika kamu memancing ikan, setelah ikan itu terlekat di mata kail hendaklah kamu mengambil terus ikan itu. Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu sahaja kerana ia akan sakit oleh kerana bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup…

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang. Setelah ia mula menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya. Janganlah sesekali kamu terus meninggalkannya begitu sahaja kerana dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatimu…

Jika kamu menadah air biarlah berpada. Jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh. Cukuplah sekadar memenuhi keperluanmu. Kerana apabila sekali ia retak, tentu sukar untuk kamu menampalnya semula. Akhirnya ia dibuang sedangkan jika kamu cuba membaikinya, mungkin ia masih boleh digunakan lagi…

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang terimalah seadanya. Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa. Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan kesilapan, bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya. Sedangkan jika kamu memaafkannya, boleh jadi hubungan kamu akan berterusan hingga ke akhirnya…

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang kamu pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah dan cuba mencari makanan yang lain. Terlalu ingin mengejar kelazatan. Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya lagi. Kamu akan menyesal…

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan yang kamu pasti membawa kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu. Mengapa kamu berlengah dan cuba membandingkannya dengan yang lain? Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain. Kamu juga yang akan menyesal……

Mencari Keberkatan Hidup

Kisah-1

Ketika belajar di Universiti Kebangsaan Malaysia, Salleh (bukan nama
sebenar) telah bertemu jodoh dengan isterinya Siti Rahmah (bukan nama
sebenar). Salleh mengambil jurusan kejuruteraan manakala Siti Rahmah
mengambil bidang perakaunan. Sekarang mereka telah 15 tahun berkahwin dan
dikurniakan Allah dengan 7 orang anak. Beberapa bulan yang lepas saya
berkunjung ke rumah Salleh di Kajang. Kebetulan pada pagi Ahad itu selepas
solat Subuh di Masjid Kajang saya bertemu dengan Salleh. Dia terus
mengajak saya ke rumahnya. Dia menyewa rumah teres setingkat tidak jauh
dengan Masjid.


Saya mengenalinya sejak hampir 10 tahun yang lalu. Pagi itu tidak sedar
kami telah berbual-bual hampir lima jam. Saya ingin berkongsi tentang
keluarga Salleh ini yang pada saya satu contoh keluarga yang mendapat
keberkatan Allah.


1. Salleh bekerja makan gaji dan pendapatan bersihnya sebulan kurang dari
RM3000.

2. Isterinya adalah anak sulung, walaupun berkelulusan ijazah namun
menjadi suri rumah sepenuh masa atas kehendak Salleh. Sebagai penghargaan
kerana isterinya sanggup tidak bekerja, Salleh memberikan RM300 sebulan
kepada
ibu-bapa mertuanya setiap bulan.

3. Di samping itu Salleh juga memberi kepada ibunya di kampung RM200
sebulan. Bapa Salleh telah meninggal dunia.

4. Dia memiliki Toyota Unser dengan ansuran RM500 sebulan.

5. Dia membayar rumah sewa RM400 sebulan.

6. Di rumahnya serba lengkap dengan perabot (TV, Peti Sejuk, Mesin Basuh,
Set Sofa) serta teratur dan kemas.

7. Pelik tetapi benar, bil elektrik dirumahnya kurang dari RM20 sebulan
sedangkan jirannya tidak pernah kurang dari RM60. TNB dah buat pemeriksaan
bahawa meter di rumahnya tidak rosak. Begitu juga dengan bil air kurang
dari RM10 sebulan.

8. Empat orang anaknya dihantar ke sekolah agama integrasi.

9. Bayangkan dia boleh hidup dengan Selesa walaupun gajinya kecil jika di
nisbahkan dengan keluarganya yang agak besar.


Sejak berkawan dengannya ada beberapa perkara yang saya lihat jadi amalan
dia yang patut di contohi;


1. Solat Duha menjadi amalan hariannya walaupun ketika pergi outstation

2. Solat Istikharah menjadi suatu amalan walaupun nak membeli benda yang
kecil seperti nak membeli mesin basuh.

3. Sering membaca Surah Al-Waqiah

4. Tidak terlibat langsung dengan sistem Riba. Dia menggunakan Kredit Kad
Bank Islam. Pinjaman kereta pun menggunakan sistem pinjaman Islam.

5. Buat baik kepada Ibu bapa dan Ibu Bapa mertuanya.

6. Suka menolong orang dan memberi derma

7. Semua anak-anaknya mempunyai akhlak yang baik dan jarang kena sebarang
penyakit.

8. Dia dah empat tahun menggunakan Toyota Unser, sekali pun tidak pernah
rosak atau menyusahkan nya.

9. Segala masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan mudah dan cepat.

Kisah-2

Ketika saya bujang dahulu saya sering menziarahi kawan saya, Norizam
(bukan nama sebenar) yang tinggal di Masai Johor. Pada hari Ahad itu saya
sampai di rumah Norizam selepas waktu Asar. Norizam memperkenalkan Abang
dia,
Rashid (bukan nama sebenar) yang baru sampai dari Kuala Lumpur. Rashid
berkunjung ke rumah Norizam kerana untuk menghadiri temuduga pada pagi
Isnin di Johor Baru.


Kawan saya Norizam ini, dalam beberapa hal dia tidak berpuas hati dengan
abangnya. Kadang kala saya tidak suka mendengar dia merungut tentang
abangnya. Petang itu Norizam merungut lagi iaitu abangnya datang untuk
temuduga kerja sebagai Pengurus Besar (General Manager). Gaji Rashid
sekarang ialah RM10,000 sebulan. Katanya tidak mencukupi. Dia akan minta
gaji sebanyak RM14,000 sebulan untuk tempat baru ini.


Saya pun berasa hairan gaji RM10,000 sebulan tidak mencukupi sedangkan
hanya mempunyai dua orang anak sahaja. Beberapa tahun kemudian baru saya
tahu kenapa gaji abangnya RM10,000 tidak mencukupi. Ini ada kaitan dengan
tiada keberkatan hidup.


Perkara-perkara yang pada pandangan saya menyebabkan Rashid jadi susah
ialah seperti berikut;


1. Banyak sangat terlibat dengan sistem Riba. Pinjaman Kereta, Kad Kredit,
Pinjaman Rumah, Akaun Simpanan semuanya Sistem Konvensional (Riba)

2. Menggunakan banyak kad kredit konvensional kemudian bayar pokok
sahaja.Bermakna memakan riba yang berterusan.

3. Sering bertukar kereta sebab kereta selalu bermasalah walaupun kereta
baru (Masalah kena curi dan kemalangan jalan raya)

4. Sering bertengkar dengan isteri.

5. Isteri sering masuk hospital kerana penyakit misteri.

6. Anak perempuan sulungnya yang di tingkatan tiga kena tangkap basah.

7. Suka menengking jika ada orang mintak derma.

8. Soal sembahyang lima waktu dipandang sebelah mata sahaja.


Kedua-dua kisah ini adalah sesuatu yang lumrah berlaku di sekeliling kita.
Kadang kala kita tidak sedar langsung atau tidak menghiraukan
langsung untuk mencari keberkatan hidup.......

Friday, December 4, 2009

Sangkaan Buruk....

Manusia hari ini suka bersangka-sangka
Ada sangkaan baik...Ada sangkaan buruk...

Orang yang suka beribadah disangka riak
Orang yang relax disangka malas
Orang yang pakai baju baru disangka menunjuk
Orang yang pakai baju buruk disangka zuhud (hina)

Orang yang makan banyak disangka pelahap
Orang yang makan sikit disangka diet
Orang yang baik disangka buruk
Orang yang buruk disangka baik

Orang yang suka senyum disangka mengejek
Orang yang masam disangka merajuk
Orang yang bermuzakarah disangka mengumpat
Orang yang diam disangka menyendiri

Orang yang nampak menawan disangka pakai susuk
Orang yang nampak ceria disangka membela

Mana kita tahu ...
Yang diam itu kerana berzikir kepada Allah

Mana kita tahu ...
Yang senyum itu kerana tujuan bersedekah

Mana kita tahu ...
Yang diam itu kerana mengenangkan nasib masa depan dirinya

Mana kita tahu ....
Yang menawan itu kerana bersih hati dan mindanya

Mana kita tahu ...
Yang ceria itu kerana cergas cerdas otaknya

Titik Ais Dalam Hati

Dalam sebuah syarikat pengangkutan kargo menggunakan kereta api ada seorang pegawai, bernama Nik. Dia sangat rajin bekerja, dan sangat bertanggung jawab. Tetapi dia mempunyai satu kekurangan, iaitu dia merasakan tidak mempunyai harapan apapun terhadap kehidupannya. Dia melihat dunia ini dengan pandangan kelam tanpa harapan langsung.

Pada suatu hari semua kawan-kawan sekerjanya bergegas untuk merayakan hari ulang tahun kelahiran bos mereka. Mereka semua pergi dengan cepat dan tergesa-gesa. Dengan tidak sengaja Nik yang sedang bekerja terkunci di sebuah bilik sejuk kontena pengangkutan ais yang belum sempat dibetulkan. Nik menjerit, memukul pintu dengan kuat sambil meminta tolong, namun hampa kerana kesemua rakannya sudah pun pergi merayakan ulang tahun kelahiran bosnya. Maka tidak ada yang mendengar jeritan pertolongannya.

Tangannya sudah merah dan bengkak-bengkak memukul pintu itu, suaranya sudah serak akibat menjerit kuat, tetapi tetap tidak ada orang yang mempedulikannya. Akhirnya dia terduduk di dalam sambil menghelakan nafas yang panjang.

Semakin dia berfikir semakin dia merasa takut, dalam hatinya berkata: Dalam kontena sejuk pengangkut ais suhunya pasti di bawah 0 darjah, kalau dia tidak segera keluar dari situ, pasti akan mati kesejukan. Dia memaksakan diri dengan tangan yang gementar kesejukan, mencari secarik kertas dan sebatang pen, menuliskan surat wasiatnya.

Keesokan harinya, semua petugas pun datang bekerja. Apabila mereka membuka pintu bilik sejuk dalam kontena pengangkut ais tersebut, mereka sangat terkejut menemui Nik yang terbaring di dalam. Mereka segera menghantar Nik ke hospital untuk rawatan, tetapi malangnya Nik sudah tidak bernyawa lagi. Tetapi yang paling mereka terkejut adalah, bekalan elektrik ke bilik sejuk untuk menghidupkan mesin itu tidak dibuka, dan dalam bilik kontena yang besar itu cukup oksigen di dalamnya. Dan yang paling menghairankan mereka adalah suhu dalam bilik itu 28 darjah C saja. Tetapi Nik mati “kesejukan”!

Nik bukanlah mati kerana suhu dalam kontena terlalu rendah tetapi dia mati kerana ada titik ais di dalam hatinya. Dia sudah menghukum dirinya dengan hukuman mati. Bagaimana dia dapat hidup terus?

Percaya pada diri sendiri adalah sebuah perasaan hati. Orang yang mempunyai rasa percayaan diri tidak akan terus putus asa, dia tidak akan terus berubah sedih terhadap keadaan hidupnya yang jalan kurang lancar dan berjaya.

Tanyalah pada diri kita sendiri, adakah diri kita juga selalu memutuskan bahawa kita tidak mampu untuk melakukan suatu perkara, sehingga kita kehilangan banyak kesempatan untuk berjaya? Kehilangan banyak kesempatan untuk belajar berdikari? Untuk jadi lebih mengerti tentang kehidupan ini?

Yang mempengaruhi semangat kita bukanlah faktor-faktor dari luar, melainkan dalam hati kita sendiri. Sebelum berusaha, kita sudah dikalahkan oleh diri kita sendiri. Biarpun ada banyak bantuan yang diberikan kepada diri kita, ia tetap tidak akan membantu jika kita berfikiran negatif setiap masa.

Pendayung Sampan dan Professor

Suatu hari seorang profesor menyewa sebuah sampan untuk membuat kajian di tengah lautan.Pendayung itu merupakan lelaki tua yang sangat pendiam. Profesor sengaja mengupah lelaki tua itu kerana dia tidak mahu orang yang menemaninya banyak menyoal tentang apa yang dia lakukan.

Dengan tekun Profesor itu melakukan tugasnya tanpa menghiraukan pendayung sampan. Dia mengambil air laut dan diisi kedalam tabung uji, digoncang-goncang, kemudian mencatat sesuatu di dalam buku catatan dibawanya. Berjam-jam lamanya Profesor itu melakukan kajian dengan tekun sekali. Pendayung sampan mendongak ke langit, memandang pada awan yang mula berarak kelabu. Dalam hati dia berkata “Hmm..tak lama hujan lebat akan turun..”

“OK semua sudah siap mari kita balik.” Lantas pendayung itu memusingkan sampannya dan mula mendayung ke arah pantai. Dalam perjalanan itu baru Profesor itu membuka mulut menegur pendayung sampan.

“Dah lama kamu mendayung sampan?” Tanya Profesor kepada pendayung sampan. “Hmm..hampir seumur hidupku,” jawab si pendayung ringkas.

“Seumur hidup kamu? Jadi kamu tidak tahu apa-apa selain mendayung sampan?” tanya Profesor itu lagi.

“Ya..”jawab pendayung sampan dengan ringkas.

Profesor belum berpuas hati dengan jawapan pendayung tua itu. “Kamu tahu Geografi?” Si pendayung menggeleng..

“Kalau begitu kamu hilang 25% dari usia hidup kamu.”
“Kamu tahu Biologi?”tanya Profesor itu lagi. Pendayung sampan itu menggeleng lagi.

“Kasihan kamu telah kehilangan 50% dari usia kamu.”

“Kamu tahu Fizik?” Profesor itu masih bertanya. Seperti tadi pendayung sampan itu hanya menggeleng.

“Sungguh kasihan kalau begitu kamu telah kehilangan 75% usia kamu.Malang sungguh nasib kamu semuanya tidak tahu. Seluruh hidup kamu hanya dihabiskan dengan sampan,tak ada gunanya lagi,” Profesor itu mengejek danberkata dengan angkuh setelah merasakan dirinya yang terhebat. Pendayung sampan hanya mendiamkan diri.

Selang beberapa minit kemudian hujan turun dengan lebat, tiba-tiba ombak besar datang melanda. Sampan yang mereka naiki terbalik. Profesor dan pendayung sampan terpelanting. Sempat pula pendayung itu bertanya, “Kamu tahu berenang?” Profesor hanya menggeleng.

“Sayang sekali kamu telah kehilangan 100% nyawa kamu.” Kata pendayung itu sambil berenang ke pantai meninggalkan Profesor yang angkuh tadi.

Cinta dari pandangan Imam Shafiee

IMAM Al-Syafie banyak memberi pedoman dalam memilih kawan. Beliau juga mengakui sukar mencari sahabat sejati yang mahu berkongsi suka duka bersama.

Ketika menilai sahabat sejati pada waktu susah, katanya: “Kawan yang tidak dapat dimanfaatkan ketika susah lebih mendekati musuh daripada sebagai kawan.

“Tidak ada yang abadi dan tidak ada kawan yang sejati kecuali yang menolong ketika susah.”

“Sepanjang hidup aku berjuang bersungguh-sungguh mencari sahabat sejati hingga pencarianku melenakanku.

“Kukunjungi seribu negara, namun tidak satu negara pun yang penduduknya berhati manusia.”

Imam Al-Syafie turut meminta kita berhati-hati memilih sahabat kerana sahabat yang baik akan membawa ke arah kebaikan dan begitu sebaliknya.

Katanya: “Jika seseorang tidak dapat menjaga nama baiknya kecuali dalam keadaan terpaksa, tinggalkanlah dia dan jangan bersikap belas kasihan kepadanya.

“Banyak orang lain yang dapat menjadi penggantinya. Berpisah dengannya bererti istirehat.

“Dalam hati masih ada kesabaran buat kekasih, meskipun memerlukan daya usaha yang keras.

“Tidak semua orang yang engkau cintai, mencintaimu dan sikap ramahmu kadangkala dibalas dengan sikap tidak sopan.

“Jika cinta suci tidak datang daripada tabiatnya, tidak ada gunanya cinta yang dibuat-buat.

“Tidak baik bersahabat dengan pengkhianat kerana dia akan mencampakkan cinta setelah dicintai.

“Dia akan memungkiri jalinan cinta yang terbentuk dan akan menampakkan hal yang dulunya menjadi rahsia.”

Seseorang itu juga dapat menundukkan musuhnya dengan menunjukkan rasa persahabatan.

Imam Al-Syafie dalam hal ini berkata: “Ketika aku menjadi pemaaf dan tidak mempunyai rasa dengki, hatiku lega, jiwaku bebas daripada bara permusuhan.

“Ketika musuhku berada di hadapanku, aku sentiasa menghormatinya. Semua itu kulakukan agar aku dapat menjaga diriku daripada kejahatan.

“Aku nampakkan keramahan, kesopanan dan rasa persahabatanku kepada orang yang kubenci, seperti aku nampakkan hal itu kepada orang yang kucintai.”

Thursday, December 3, 2009

Feel..

Feels so close..but yet so far,
Feels too near..but yet too jarred,
Feels like to shout..but the sound being barred,
Feels like to reach..but yet too far apart.
feels like to forget...but yet too dear,
feels like hell..but yet in heaven,
feels like alone...but yet being coccoon,
feels so hopeless..but what can you do the most,
feels so restless..but there's bigger deal,
feels so heartless...but it's the greatest gift of all,
feels such betrayal...but it's your treasure,
feels such chaos...but no one knows,
feels like to hope....but how far would it go,
feels like to die...but much more to be done,
feels like crazy...but is there a reason why?,
feels like empty...but its full,
feels like stupid...it's true i'm a fool,
feels .....just feel...

Lelaki Sejati

Aku bertanya pada ibuku, “Bagaimanakah lelaki sejati ?

Ibuku menjawab,

Nak…

Lelaki sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya…

Lelaki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…

Lelaki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa…

Lelaki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…

Lelaki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…

Lelaki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…

Lellaki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja, tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya…

Lelaki sejati bukanlah dilihat dari jumlah tanggungjawab
yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi
liku-liku kehidupan…

Lelaki sejati bukanlah dilihat dari rajinnya membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…

Sanggup berbunuh demi harta

DULU ada seorang lelaki datang kepada Nabi Isa as dan ingin bersahabat dengannya. Nabi Isa menerima permintaan lelaki itu.

Satu hari mereka berjalan di tepi sungai dan makan tiga potong roti. Nabi Isa sepotong, sepotong untuk orang itu manakala sepotong lagi disimpan.

Nabi Isa kemudian pergi ke sungai untuk minum dan apabila kembali semula roti yang sepotong itu tidak ada. Lalu Nabi Isa bertanya sahabatnya: “Siapa mengambil sepotong roti itu?” Jawab lelaki itu: “Aku tidak tahu.”

Maka berjalanlah kedua-duanya. Tiba-tiba mereka melihat rusa dengan dua anaknya, maka ditangkap satu daripada anak rusa itu lalu disembelih dan dibakar. Kemudian dimakan berdua. Lalu Nabi Isa menyuruh anak rusa yang dimakan itu supaya hidup kembali, maka hiduplah ia dengan izin Allah.

Kemudian Nabi Isa bertanya: “Demi Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti kekuasaan-Nya itu, siapakah yang mengambil sepotong roti itu?” Jawab lelaki itu: “Aku tidak tahu.”

Kemudian, kedua-duanya meneruskan perjalanan hingga sampai ke tepi sungai, lalu Nabi Isa memegang tangan sahabatnya dan mengajaknya berjalan hingga sampai ke seberang, lalu ditanya sahabat itu sekali lagi: “Demi Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti ini, siapakah yang mengambil sepotong roti itu?” Lelaki itu menjawab: “Aku tidak tahu.”

Kemudian berjalanlah mereka ketika di hutan. Mereka duduk-duduk dan Nabi Isa mengambil tanah serta kerikil lalu diperintahkan: “Jadilah emas dengan izin Allah.” Maka dengan tiba-tiba tanah dan kerikil itu berubah menjadi emas, lalu dibahagi tiga bahagian.

Nabi Isa berkata: “Untukku sepertiga, dan kamu sepertiga, sedang sepertiga ini untuk orang yang mengambil roti.” Serentak sahabat itu menjawab: “Akulah yang mengambil roti itu.”

Nabi Isa berkata: “Maka ambillah semua bahagian ini untukmu.” Lalu kedua-duanya berpisah. Kemudian orang itu didatangi dua orang yang mahu merompak harta itu dan membunuhnya.

Begitupun, lelaki itu membuat tawaran berkongsi emas dimilikinya. Perompak terbabit setuju, lalu menyuruh seorang pergi ke pasar berbelanja makanan.

Maka timbul perasaan orang yang berbelanja itu, dan berkata dalam hatinya:

“Untuk apa kita membahagi wang dan harta ini. Lebih baik makanan ini saya bubuh racun saja, biar kedua-duanya mati, dan saya ambil semua harta itu.”

Lalu dibubuhnya racun dalam makanan itu. Sementara orang yang tinggal itu berkata: “Untuk apa kita membahagikan harta ini, lebih baik jika dia datang, kita bunuh saja, lalu harta itu kita bagi dua.”

Ketika datang orang yang berbelanja itu, dia segera dibunuh oleh kedua-duanya, lalu hartanya dibahagi dua. Kemudian mereka makan makanan yang dibubuh racun itu, matilah kedua-duanya, dan tinggallah harta itu di hutan.

Kemudian ketika Nabi Isa berjalan di hutan dan melihat hal itu, berkata Nabi Isa kepada sahabatnya: “Inilah contohnya dunia, maka berhati-hatilah kamu.”

Pisau Lipat

Suatu hari di tengah hutan.. ketika para pelajar sebuah universiti sedang melakukan penyelidikan terhadap tumbuhan hutan... Seorang pelajar senior yang juga merupakan pemimpin kepada rombongan itu berjumpa dengan sebuah pisau lipat di atas tanah.

Menurut peraturan yang telah ditetapkan semasa membuat penyelidikan didalam hutan.. sesiapa yang meninggalkan barang penyelidikan didalam perjalanan akan dihukum.

Lalu pelajar Senior itu dengan mengambil pisau lipat dan menghimpunkan semua pelajar untuk tujuan menghukum mana-mana siswa yang telah lalai meninggalkan pisau lipatnya.

"Siapa yang merasa kehilangan pisau lipat di tengah perjalanan tadi?"tanya pelajar senior itu..

Tak ada seorang pun yang berani mengaku.. Kemudian pelajar senior itu menambah..

"Ayuh cepat.. mengaku aje la,. lagipun sebenarnya saya sudah tahu siapa pemilik pisau lipat ini kerana namanya terukir di sini.. Tapi saya inginkan kejujuran kamu semua untuk mengaku!"

Masih tidak ada jawaban dari para pelajar lain..

"Kerana tidak ada yang dengan jujur mahu mengakui kesalahannya maka saya akan panggil namanya?!!!"

Pelajar2 masih lagi diam. Akhirnya pelajar senior itu tidak dapat bersabar lagi.. lalu diambilnya pisau lipat tadi kemudian dengan lantang dia menyebut nama pemilik pisau itu...

"STAINLESS STEEL cepat keluar... !!!"